Sejarah Desa

Desa Luwungbata adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Desa Luwungbata terdiri dari beberapa Pedukuhan yaitu Pedukuhan Danareja, Karangjaya dan pedukuhan Bulakasem

            Sejarah Desa Asal muasal disebutnya Desa Luwungbata menurut para Sesepuh Desa adalah bahwa sebelum menjadi sebuah Desa  merupakan sebuah hutan  ( dalam bahasa sunda disebut Leuweung ) yang banyak ditumbuhi pepohonan dan rumput ilalang. Pada suatu ketika, datanglah seseorang bersuku sunda berasal dari wilayah yang sekarang disebut Luragung  yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kuningan, kemudian setelah sekian waktu datanglah seseorang yang konon masih keturunan Sunan dari wilayah  Cirebon yang mempunyai rencana  untuk membangun  keraton diwilayah Cirebon itu,  kemudian di Leuweung ( hutan ) tersebut segera dilaksanakanlah  pembuatan batu bata yang diperuntukan untuk Pembangunan Kesultanan Kasepuhan Cirebon pada waktu itu.

            Lain pula dengan asal muasal dari Pedukuhan Danareja yang masih termasuk dalam wilayah Desa Luwungbata, dimana para pendiri Pedukuhan Danareja konon adalah bekas laskar Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. Setelah Pangeran Diponegoro tertangkap oleh tipu muslihat Belanda dalam Perjanjian Giyanti, beberapa laskar yang tersisa memilih menetap di daerah ini hingga membuka hutan baru guna dijadikan sebuah pemukiman dengan konsep  Jawa Islami yang masih kental saat itu, inilah yang menyebabkan dikemudian hari Bahasa yang digunakan di pedukuhan ini berbeda dengan di desa induknya. Beberapa makam tetua pun masih terawat dengan baik de Pedukuhan Danareja berikut dengan segenap adat istiadat maupun kebiasaan turun temurun yang masih dijaga dan dilestarikan oleh penduduk diantaranya Adat Sedekah Bumi dan kebiasaan lainnya. Begitulah sepenggal sejarah Desa Luwungbata yang penulis terima dari para sesepuh Desa.